Hari ini aku menghadiri acara reuni yang diadakan oleh teman-teman seangkatan sewaktu SMA dulu. Ada beberapa wajah yang kukenal, sementara lainya mungkin sekelebat pernah aku ingat, tapi aku sendiri ragu apa aku pernah mengenal mereka. Ada banyak rasa yang timbul saat aku perhatikan keberadaan mereka. Ada keberhasilan yang diperlihatkan, tapi ada pula keterpurukan yang sekelebat tampak. Ada sedikit rasa cemburu akan keberhasilan mereka, tapi dalam sekejap sirna dengan rasa bangga akan apa yang mereka perlihatkan pada yang lain. Aku tak melihat rasa kesombongan atsa semua pencapaian yang mereka raih. Secara fisik, tentu mereka juga banyak berubah. Ada yang bertambah gemuk, ada yang malah tambah ramping dan makin menarik. Sementara lainya, lebih banyak pada pengurangan penampilan. Rambut yang dulu hitam lebat, kini ada yang mulai menipis dan berganti uban. Yang dulu begitu menawan karena masa mudanya, kini berganti menjadi lebih 'dewasa' dengan tambahan kerut dan lebarnya permukaan kening. NAmun, diluar itu semua, mereka masih orang yang samakita kenal... dulu. Perubahan fisik memang terjadi. Tapi tak tampak olehku penyesalan akan apa yang telah terjadi.
Setelah tujuh belas tahun lamanya kami tak bertemu, kami punya satu topik yang sama. Masa lalu yang menyenangkan. Dulu kita begitu ingin cepat melewatkan masa-masa yang menyebalkan itu. Tapi sekarang, ada rasa kita yang rindu akan masa-masa 'menyebalkan' itu. Dari masa lalu, topiknya beralih ke tinggal di mana sekarang? Kerja apa? Sudah punya anak berapa? Pertanyaan-pertanyaan yang sangat lazim ditanyakan, tapi punya jawaban yang beragam bagi setiap orang. Ada yang bereaksi senang, ada yang bereaksi seadanya, dan tidak sedikit bereaksi tidak peduli. Tapi yang aku perhatikan hanya apa yang mereka sampaikan. Aku sama sekali dengan cara mereka menyampaikan, karena itu tidak penting bagiku. Hari ini aku hanya ingin melihat kebahagiaan. Hari ini aku hanya ingin melihat tawa. Dan itu semua aku dapat hari ini. Kami sudah tidak punya waktu membahas penderitaan. Biarlah penderitaan yang pernah kami alami sebelum ini kami pendam sendiri. Tak guna bagi kami berbagi penderitaan. Masa 17 tahun terlalu banyak yang dialami, dan hari ini kami hanya punya beberapa jam saja. Jadi buat apa kami habiskan untuk menyesali diri. Aku sangt setuju dengan hal ini. Reuni memang saatnya untuk berbagi, berbahagia, bersuka-cita. Bukan saatnya meratapi diri dan bermuram. Selamat bereuni. Berbagi kisah gembira.
Blogged with the Flock Browser